Design Product

✨ Inovasi Kemasan Banana Crunch ✨
Penerapan Design Thinking dalam Meningkatkan Daya Tarik Produk



KEMASAN LAMA KEMASAN BARU

Kemasan lama masih menggunakan plastik transparan dengan label sederhana. Informasi yang ditampilkan masih terbatas sehingga kurang memberikan kejelasan kepada konsumen mengenai isi produk.

Kemasan baru hadir dengan desain yang lebih modern dan menarik. Selain itu, sudah dilengkapi dengan informasi produk yang lebih lengkap serta menggunakan sistem zipper yang membuat kemasan lebih praktis dan higienis.



Produk Banana Crunch mengalami perubahan kemasan sebagai bentuk inovasi untuk meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Sebelumnya, kemasan masih terlihat sederhana dan kurang mampu bersaing dengan produk lain yang memiliki tampilan lebih menarik. Melalui pendekatan Design Thinking, dilakukan proses perbaikan yang berfokus pada kebutuhan pengguna sehingga menghasilkan kemasan baru yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih fungsional, informatif, dan memberikan kesan profesional.

👤 EMPATHIZE (Memahami Pengguna)

Pada tahap ini dilakukan proses pengamatan dan pemahaman terhadap kebutuhan serta keinginan konsumen. Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa konsumen cenderung lebih tertarik pada produk yang memiliki kemasan menarik, mudah digunakan, serta memberikan informasi yang jelas. Selain itu, konsumen juga menginginkan kemasan yang praktis, dapat dibuka dan ditutup kembali, serta mampu menjaga kebersihan produk. Kemasan bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menarik perhatian dan membangun kepercayaan konsumen.

💢 DEFINE (Menentukan Masalah)

Setelah memahami kebutuhan pengguna, tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah utama. Ditemukan bahwa kemasan lama memiliki beberapa kekurangan, seperti desain yang terlalu sederhana, kurang menarik secara visual, serta tidak memiliki identitas brand yang kuat. Selain itu, informasi pada kemasan masih terbatas sehingga konsumen kurang mendapatkan detail mengenai produk. Hal ini menyebabkan produk kurang menonjol di pasaran dan sulit bersaing dengan produk lain yang memiliki kemasan lebih modern dan informatif.

🔍 IDEATE (Mencari Ide Solusi)

Pada tahap ini dilakukan proses pencarian berbagai ide solusi untuk mengatasi masalah yang telah ditemukan. Beberapa ide yang dikembangkan antara lain memperbarui desain kemasan menjadi lebih modern, menambahkan warna yang lebih menarik, serta mencantumkan logo brand agar produk memiliki identitas yang jelas. Selain itu, ditambahkan juga informasi penting seperti komposisi, varian rasa, dan tanggal kadaluarsa. Untuk meningkatkan fungsi kemasan, digunakan sistem zipper agar lebih praktis digunakan dan dapat menjaga kualitas produk.

✅ PROTOTYPE (Membuat Desain Awal)

Selanjutnya dibuat prototype atau desain awal dari kemasan baru. Kemasan dirancang menggunakan model standing pouch dengan zipper yang memberikan kesan lebih modern dan profesional. Desain dilengkapi dengan gambar produk, warna yang menarik, serta informasi yang lengkap agar konsumen lebih mudah memahami isi produk. Prototype ini menjadi gambaran awal sebelum produk benar-benar dipasarkan secara luas.

👥 TEST (Pengujian ke Pengguna)

Tahap terakhir adalah melakukan pengujian terhadap kemasan baru kepada beberapa pengguna atau calon konsumen. Dari hasil pengujian, diketahui bahwa kemasan baru mendapatkan respon yang lebih positif dibandingkan kemasan lama. Konsumen menilai bahwa kemasan baru terlihat lebih menarik, lebih berkualitas, serta lebih praktis digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Design Thinking berhasil meningkatkan daya tarik dan nilai dari produk Banana Crunch.


✨ Desain yang baik tidak hanya tentang tampilan, tetapi juga tentang memahami dan memenuhi kebutuhan pengguna ✨

Posting Komentar

0 Komentar